Kamis, 29 Maret 2012

7 Proyek Megah Yang Akan Dibangun Di Kota Jakarta Indonesia

1.UI Station 1 and UI Station 2 University Of Indonesia

Luas Area: 70.400 meter persegi
Gross Floor Area
3.250 meter persegi (UI Stasiun 1)
3.250 meter persegi (UI Station 2)
Tinggi Bangunan(meter): 14
Tinggi Bangunan(lantai): 2
Mulai Konstruksi : 2009
Penyelesaian : 2010 



Universitas Indonesia atau Universitas Indonesia (UI) menjaga 100 hektar hutan di dalam situs 309-hektar daerah. Dengan enam danau tersebar di daerah kampus, ia menawarkan lingkungan hutan yang harmonis untuk sekolah. Stasiun UI 1 dan Station 2 adalah eksternal dan internal sarana transportasi ke dan dari kampus.


Stasiun dirancang untuk memadukan dan berhubungan dengan lingkungannya, menghubungkan untuk pejalan kaki dan sepeda trek untuk menyediakan akses yang mudah. perlu, trotoar baru dan trek bersepeda akan dibangun untuk lebih meningkatkan aksesibilitas. Jembatan yang menghubungkan kampus UI ke Stasiun 2 akan menjadi gerbang utama baru bagi pengunjung.
Desain stasiun baru terinspirasi oleh konsep gerakan. Reboisasi kereta api juga telah dilakukan sepanjang sisi rel kereta api, sehingga pepohonan akan bekerja sebagai penghalang atau pemisah antara daerah UI dan Margonda.



2.Taman Ismail Marzuki (TIM)
Luas Area: 7.2 hektar
Gross Floor Area: 18.720 meter persegi
Tinggi Bangunan (meter): 27
Tinggi Bangunan (lantai): 5
Mulai Konstruksi : Maret 2009
Penyelesaian  : Maret 2010

Taman Ismail Marzuki adalah tempat tua yang didedikasikan untuk seni. Pemerintah dan Lembaga Arsitektur Indonesia DKI Jakarta menyerukan agar kompetisi desain untuk menghidupkan kembali dan mengubahnya menjadi ruang publik yang bersemangat dan hijau untuk kota reservoir. Andra Matin tim datang dengan memenangkan penghargaan desain.










3. REGATTA The Icon (RTI), a Nautical Theme Superblock in Jakarta


Setiap negara memiliki ikon gedung: Menara Eiffel di Paris, Pissa Menara Miring di Italia, Piramida di Mesir, dan Patung Liberty di Amerika Serikat. Bagaimana dengan Indonesia? Ikon berikutnya Indonesia akan Regatta, mega proyek kolaborasi antara PT Dharmala Intiland dan PT Global Ekabuana.
Dibuat oleh arsitek WS Atkins yang juga merancang Burj Al Arab di Dubai, Regatta The Icon terdiri dari 10 menara apartemen, hotel, Aqua Park dan Service Apartment di tanah dari 11 hektar. Dengan pemandangan menghadap ke Laut Jawa, perumahan eksklusif tepi pantai Regatta menawarkan konsep hidup.
Kata "Regatta" berasal dari jenis kapal yang digunakan untuk balap.

Manager Proyek BKMB, Aryadi Limansagita mengatakan bahwa pembangunan akan selesai pada November 2009. Tapi sampe sekarang ternyata belum selesai.. Biasa namanya juga Indonesia.. :) .
















4. Area 24
uas Area: 24.770 meter persegi
Gross Floor Area: 140.000 meter persegi
Tinggi Bangunan (meter): 130
Tinggi Bangunan (lantai): 30 (kantor); 28 (apartemen)
Mulai Kontruksi: 2009
Penyelesaian : 2011

Area 24 serba guna kompleks terletak berdekatan dengan persimpangan bisnis dan kegiatan komersial, di sepanjang garis perifer Jakarta Pusat (Pancoran distrik) dan distrik pemukiman komersial di Jakarta Selatan (Kalibata distrik).

Kompleks perumahan terdiri dari 558 unit, 49.396 meter persegi ruang kantor dan 7.316 meter persegi kegiatan komersial di lantai dasar. Setelah kebutuhan untuk jelas mendefinisikan domain publik dan swasta, dua bangunan apartemen telah bergeser ke belakang, sementara menara kantor di depan.

Kantor Menara ini terdiri dari lantai berbentuk elips piring untuk memaksimalkan tampilan dan sekitarnya gerbang putih melambangkan bingkai untuk pintu gerbang antara keduanya.


5. The Senayan Archipelago (TSA)
Proyek pembangunan Senayan Archipelago ini baru rencana untuk di bangun  
Didasarkan pada desain dan skala gambar yang disediakan, menara utama sekitar 200m akan tinggi. Arsiteknya adalah Urbane.


6. Indonesia Movieland – The Hollywood of Indonesia
,
Indonesia Movieland adalah PT Jababeka visi masa depan bagi Indonesia's TV broadcast dan industri film. PT Jababeka Capitalising pada warisan perusahaan menjadi pionir di sektor industri sejak 1989, kami berusaha untuk memberikankontribusi kepada pembangunan dan pengembangan sektor industri kreatif Indonesia.

Indonesia Movieland dirancang untuk menjadi "the 1st one stop siaran TV dan pusat industri film di Indonesia". Ditampung dalam 36 hektar tanah di Kota Jababeka, akan memberikan fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membawa siaran TV di Indonesia dan industri film ketinggian yang lebih besar.









7. JAKARTA TOWER
Jakarta Tower (588m) ketika Dibangun pada tahun 2009 akan menjadi Menara yang berdiri bebas tertinggi di dunia melebihi CN Tower (553m). Desain yang menang ini diciptakan oleh Murphi / Iohn dari Amerika Serikat. Namun, karena rancangan itu terlalu mahal untuk mengembangkan, pemerintah memilih runner-up desain oleh Cina Timur Desain Arsitektur & Research Institute (ECADI), yang menciptakan Oriental Pearl Tower di China.
Left to right: KL Tower, Shanghai Pearl Oriental Tower, Toronto’s CN Tower and Jakarta Tower.
























Sumber

Rabu, 28 Maret 2012

TNI di Lebanon Nol Pelanggaran


Pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dinilai Markas Besar PBB bersih dari pelanggaran-pelanggaran, baik personal maupun tim.

Karena itu, Monuc Force Commander dalam lokakarya SEA (Sexual and Exploitation Abuse) yang dilangsungkan selama satu hari di Goma, Kamis 27 Agustus 2009 meminta seluruh kontingen yang tergabung dalam misi PBB di Kongo untuk mencontoh Kontingen Indonesia yang tidak pernah tersangkut masalah exploitasi dan penyalahgunaan seksual.

Letnan Jenderal Babacar Gaye sebagai pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo memuji Kontingen Indonesia, Bangladesh dan Cina yang dinilai “bersih” dari pelanggaran SEA.

"Sebagai misi PBB dengan jumlah pasukan penjaga perdamaian terbesar di dunia, Monuc juga memiliki kasus pelanggaran yang tidak sedikit," ujar Letjen Babacar Gaye.
Karena itu, tak henti-hentinya Monuc menyelenggarakan seminar SEA guna mencegah peningkatan pelanggugaran, khususnya masalah eksploitasi dan penyalahgunaan seksual.
Perhatian yang sangat tinggi dari pimpinan PBB terhadap masalah SEA disampaikan oleh Ms. Malcorra karena the peacekeeper adalah simbol perwakilan tertinggi dari lembaga dunia United Nations. Oleh karena itu menurut Ms. Malorrca, perilaku peacekeeper harus setara dengan simbol yang sangat tinggi derajatnya tersebut.

Utusan PBB yang bermarkas di New York itu mengatakan, “masyarakat dunia menaruh harapan besar kepada the peacekeeper akan terciptanya perdamaian di seluruh dunia.” Oleh sebab itu setiap personel pasukan penjaga perdamaian dunia memiliki tanggung jawab yang besar dipundaknya untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Pimpinan PBB memahami kondisi the peacekeeper yang bertugas di dalam lingkungan dan situasi yang sangat sulit, namun mereka meminta agar seluruh personel pasukan penjaga perdamaian dunia tetap berpegang pada kebijakan Sekjen PBB tentang “zero tolerance policy” terhadap kasus SEA.

Dimana PBB tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran SEA, khususnya di daerah misi. Oleh karenanya, PBB mengkategorikan pelanggaran SEA sebagai pelanggaran kategori 1 atau pelanggaran berat dengan sanksi yang berat pula.

Selasa, 27 Maret 2012

INDONESIA, Negara Paling Murah Senyum Di Dunia

Beberapa media massa Swedia selama beberapa pekan terakhir ini menuliskan laporannya bahwa Indonesia berada di tingkat pertama dalam urutan negara dengan masyarakatnya tersenyum paling tinggi di dunia dibandingkan dengan negara lainnya.
Mengutip laporannya The Smiling Report 2009 yang dilakukan salah satu Provider Misteri Belanja yang berada di Swedia justru menempatkan masyarakat Swedia berada di urutan ke 24, ujar Sekretaris Satu KBRI Stockholm ,Swedia Dody Kusumonegoro kepada koresponden Antara London, Minggu.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan tahun 2008 yang menyangkut lebih dari 2,5 juta pertanyaan mengenai Senyum (Smile) dan Salam (Add-Greeting) pada penjualan di 66 negara, Swedia menempatkan Indonesia pada bagian atas daftar.
Media Swedia melaporkan Indonesia sebagai negara yang paling tersenyum sebagai hasil dari pelanggan layanan data dari evaluasi yang dilakukan di seluruh spektrum dan pameran oleh AB Bisnis di seluruh dunia, di Swedia.

Dalam laporan itu disebutkan Indonesia sebagai negara tertinggi tersenyum dengan 98 persen. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara dengan ucapan yang paling tinggi yaitu 98 persen.
Sementara itu Swedia berada di nomor 24 pada daftar untuk kategori senyum dengan angka 77 persen dan urutan 31 untuk ucapan salam dengan 81 persen.
Industri yang banyak senyum adalah di bidang kesehatan dan kecantikan perawatan serta transportasi dengan 86 persen dan nilai terendah berada di layanan bisnis B2B dengan hanya 52 persen.
Disebutkan bahwa dalam jajak pendapat itu disebutkan bahwa ucapan Salam tahun 2008 dan 2007 tercatat 81 persen dibandingkan dengan 88 persen pada 2004.
Ucapan salam tertinggi selain Indonesia juga menempatkan Hong Kong dengan 98 persen, sementara yang terendah adalah Maroko dengan 48 persen.
Ucapan yang terbaik ditemukan pada layanan di pemerintahan dengan 94 persen sementara di kalangan bisnis (B2) hanya 70 persen.

alam layanan penjualan skor tertinggi dicatat oleh Pakistan dengan 82 persen dan terendah adalah Finlandia dengan tiga persen. Dalam pelayanan B2B memiliki nilai tertinggi mencapai 65 persen sementara dalam segi kenyamanan tercatat sangat rendah dengan 40 persen.
Dalam laporan itu terdapat kesenjangan yang besar antara antara benua Australia memiliki skor tertinggi dari semua benua, dengan Senyum sebesar 89 persen dan Salam 92 persen sementara Afrika disebutkan terendah dengan 61 persen Senyum dan 51 persen Salam .

Minggu, 25 Maret 2012

Robot Pembatik Ciptaan Guru SMK


Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman.  Agus Martoyo, guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini berhasil menciptakan robot pembatik yang mampu mempercepat proses pembuatan pola batik tulis dengan hasil produksi lebih tinggi dibanding proses manual.  Robot pembatik ini bahkan mampu melukis aneka motif batik tulis layaknya tangan-tangan terampil pembatik handal.
“Robot itu kami namakan Robotika Machine 7NG-1110. Ini kami buat untuk mempercepat proses membuat pola secara langsung di atas kain tanpa menggunakan alat gambar manual,” kata Agus Martoyo, guru mata pelajaran Elektronika dan Mesin SMKN 1 Kota Tegal di pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 2011 di Alun-alun Kota Tegal, Minggu.
Guru kelas sekaligus pencipta mesin robot batik tersebut mengatakan, ide awal menciptakan robot batik berawal dari keluhan sejumlah pengusaha batik tulis yang kesulitan membuat pola sehingga muncullah ide menciptakan mesin yang dapat membubuhkan cairan malam ke kain dengan corak tertentu.
“Saya kerap mendengar keluhan sejumlah pengusaha batik tulis yang kesulitan membuat pola, terutama saat permintaan pasar tinggi, waktu terbatas, dan tenaga pembatik kurang,” katanya.
Menurut dia, untuk membantu memecahkan keluhan para pengusaha batik tersebut, pada Juni 2011 ia mulai merancang dan merakit sejumlah komponen elektronika hingga menjadi sebuah mesin batik, bahkan proses pembuatan robot hanya memakan waktu sekitar satu bulan.
“Robot tersebut mampu membuat pola dalam waktu tiga jam atau lebih cepat dari cara manual yang dapat memakan waktu hingga tiga minggu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, alat tersebut terdiri atas mesin komputer dilengkapi dengan basis vektor dan basis komputer “idea manufacturer” serta sebuah mesin yang berfungsi untuk mengaplikasikan pola batik seperti yang tertera di layar komputer ke lembaran kain, setelah pola terbentuk dibutuhkan software corel draw untuk mempermudah file yang akan dimasukan ke mesin tulis.
“Mesin itu juga dilengkapi dengan tempat untuk menampung cairan malam dengan berat anatara 10-15 gram, sehingga saat mesin dioperasikan maka cairan malam tersebut secara otomatis akan membentuk pola batik dalam kain yang terbentang dengan lebar maksimal 120×150 sentimeter,” katanya.
Alat berdaya listrik 300 watt dan sistem operasinya dikendalikan melalui komputer tersebut, kata dia, cara kerjanya mirip mesin bordir dan telah diujicobakan oleh sejumlah pengusaha batik di Kota Tegal dan sekitarnya, bahkan rencananya akan dijual seharga Rp40 juta per unit.
“Sementara ini hanya satu unit robot batik yang saya ciptakan dan digunakan untuk pelatihan para siswa. Bahkan akan dikembangkan lagi agar lebih canggih dan dapat menjawab kebutuhan dunia usaha oleh para siswa saya,” katanya.
Menurut dia, secara keseluruhan robot tersebut telah berfungsi sesuai harapan namun masih ada sejumlah kekurangannya antara lain pada tahap penerapan perangkat lunak, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan robot tersebut agar lebih canggih.

Jumat, 23 Maret 2012

Mobil Karya Anak Bangsa , Ter-irit di Asia


Perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia, Shell, menantang para pelajar seluruh Asia untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam inovasi teknologi kendaraan. Indonesia pun tak mau kalah unjuk gigi dalam kompetisi internasional bertajuk Shell Eco-marathon Asia (SEM-Asia) ini. Hasilnya? Tidak tanggung- tanggung, Indonesia berhasil memboyong 3 penghargaan sekaligus untuk konsep desain mobil hemat BBM (Combustion Grand Prize), Gasoline Fuel Award, dan People’s Choice Award.
SEM adalah ajang bagi para mahasiswa untuk mengembangkan inovasi, imajinasi, dan kreativitas mereka dalam menciptakan teknologi kendaraan masa depan, yang dapat menempuh jarak terjauh, hemat energi, dan ramah lingkungan. Ajang SEM telah populer di Eropa sejak 25 tahun yang lalu, tepatnya setelah penyelenggaraan pertamanya di Prancis pada 1985. Namun untuk benua Asia adalah yang pertama kali.
Sebanyak delapan tim dari empat perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia (3 tim), Institut Teknologi Bandung (3 tim), Universitas Gajah Mada (1 tim) dan Institut Teknologi Sepuluh November/ITS (1 tim) untuk mewakilkan Indonesia dalam kompetisi yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malasyia tersebut. Keikutsertaan ke-empat perguruan tinggi tersebut untuk mengikuti ajang SEM Asia 2010 karena adanya hubungan kerjasama dengan PT Shell Indonesia yang telah terjalin selama ini.
ITS membawa karya mobil bernama “Sapu Angin1” dan “Sapu Angin2”, Institut Teknologi Bandung membawa ciptaan-nya bernama “Rajawali”, Universitas Gadjah Mada dengan mobil “Semar”, dan Universitas Indonesia dengan karya mobil bernama “Equator” dan “Keris”.
ITS memiliki dua mobil yang diberi nama Sapu Angin 1 dan 2. Sapu Angin 1 adalah mobil prototip futuristik mirip gokart dengan target satu liter bensin untuk jarak tempuh 1.000 kilometer. Sedangkan, mobil Sapu Angin 2 mirip mobil roda empat yang konvensional, namun hanya berisi 1-2 penumpang dengan target satu liter bensin untuk jarak tempuh 300 kilometer. Dengan mobil Sapu Angin 2 inilah Indonesia berhasil menyabet penghargaan utama yang diincarkan 15 peserta dari universitas ternama di Asia yaitu penghargaan untuk Mobil hemat bahan bakar minyak (BBM). Sapu Angin 2 mencatat rekor mobil teririt dengan jarak tempuh 236,6 kilometer setiap satu liter bensin.(Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber)
“Kemenangan tersebut banyak ditopang kelebihan mobil Sapu Angin yang bobotnya ringan, yakni 93 kilogram,” ujar Dosen Teknik Mesin ITS, Triyogi yang turut mendampingi Tim ITS. Sapu Angin memiliki konsep monoqouce sehingga membuat bobotnya terasa ringan yaitu berkisar 35-40 kolgram, kemudian sistem injeksi pada mesin membuat mobil jadi hemat BBM dan ramah lingkungan dibandingkan dengan sistem karburator atau lebih dikenal dengan istilah sistem semprot. Bodinya ringan karena berbahan baku fiberglas, sedangkan kerangkanya terbuat dari poly-euretane (gabus padat).
Selain itu juga, peningkatan kinerja beberapa komponen ditambah dengan efisiensi mesin menjadikan mobil Sapu Angin 2 unggul dalam kelas Urban Concept di antara mobil 15 universitas ternama se-Asia.
“Kunci kemenangan lainnya adalah upaya Tim ITS untuk melakukan inspeksi dan tes sirkuit lebih awal,” tambah Triyogi.
Sebenarnya, Sapu Angin 1 yang ditargetkan menjadi juara. Sementara, Sapu Angin 2 hanya diniatkan bisa diproduksi pada 25-30 tahun mendatang. Kedua mobil itu dirancang sendiri oleh 14 mahasiswa Teknik Mesin ITS angkatan 2005 dan 2006, mulai dari membuat desain, mencari bahan baku, mengelas, melakukan pembubutan, dan lain-lain hingga selesai dan pada 11 Januari 2010 lalu, dua mobil “Sapu Angin” tersebut diluncurkan.
Para mahasiswa itu bekerja keras merancang dan membuat kedua jenis mobil tersebut setelah berguru selama seminggu kepada perusahaan pabrikasi kapal di Kenjeran, Surabaya, yakni PT Maroline Maju Utama yang “bos”-nya adalah lulusan ITS.
Tim Indonesia membawa pulang hadiah uang tunai masing-masing sebesar US $ 200 (Rp 1,8 juta) dari Autodesk Inc, sebuah perusahaan software yang menjadi sponsor resmi lomba Shell Eco-Marathon Asia.

Mobil Sporty Mewah Terinspirasi dari Pulau Indonesia


Mahasiswa asal Universitas Munich fakultas Applied Sciences, Slavche Tanevsky, telah menampilkan desain mobil Lamborgini dengan nama Lamborghini Madura. Desain mobil konsep masa depan ini merupakan proyek kolaborasi antara desainer Lamborghini dan Audi yang diberi nama Raw Materials Project.
Nama Madura menurut Tanevsky  terinspirasi dari salah satu daerah di Indonesia, Madura, yang memiliki budaya Karapan Sapi. Madura memiliki  jenis sapi atau banteng dari yang kuat dan dapat berlari cepat  digunakan untuk Karapan Sapi. Hal ini juga mirip dengan lambang Lamborghini yang berupa Banteng.
“Madura adalah proposal untuk mobil hybrid pertama Lamborghini yang dijadwalkan akan dirilis 2016. Mobil yang nantinya akan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan ini juga harus terlihat menarik dan tentu saja memiliki performa yang terbaik,” ujar Tanevsky beberapa waktu lalu.
Lamborghini Madura ini sengaja dirancang dengan rangka yang sangat cantik dan  warna cat yang sangat fantastic. Mobil  ramah lingkungan dan irit bahan bakar ini didesain ramping, lebih terfokus, dan lebih agresif jika dibandingkan Reventón dan Estoque. Pada bagian depan, terdapat lampu yang sangat ramping dan intake udara besar,desainnya juga di buat berkelok agar dapat mengarahkan angin lebih sempurna. Di bagian belakang terdapat desain garis-garis yang menambah kegarangan mobil ini


Sumber

Salah Satu Kopi Terbaik Dunia, Ada Di Ujung Indonesia


Kopi Gayo – sebuah komoditas kopi yang namanya berasal dari nama suku yang mendiami wilayah perkebunan ini – sudah ada sejak tahun 1904, di masa penjajahan Belanda yang mengembangkan keahlian menanam kopi bersamaan dengan kedatangan Belanda – yang ‘berjasa’ dalam potensi perkembangan kopi dan pinus di tanah orang Gayo. Tanaman kopi Gayo ini tumbuh subur berkat iklim dingin di tiga wilayah, yakni: Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Ketiga wilayah itu memiliki ketinggian 1200 meter dari permukaan laut.
Kopi yang tergolong kopi Arabica ini dianggap penjajah memiliki nilai jual di pasar dunia, karena itulah kopi ini ditanam di daerah-daerah tertentu, sehingga pada tahun 1924 penjajah Belanda dan Eropa mendominasi wilayah Aceh Tengah dengan tanaman kopi, pinus, teh dan sayur mayur.
Di tahun 1933, Belanda menganggap kopi tersebut sebagai komoditas berharga dan mereka mengirim kopi tersebut ke Eropa. Untuk meningkatkan produksi kopi, pemerintah Belanda mengirim buruh tanam dari Jawa. Maka tidak heran populasi etnik di Aceh Tengah terdiri dari suku Gayo, Jawa, Batak, Karo dan Aceh, bahkan di beberapa wilayah seperti Bener Meriah, populasi suku Jawa mendominasi sejak mereka ditempatkan di daerah tersebut.
Kopi Gayo dapat disandingkan dengan Kopi Jamaica Blue Mountain (varietas kopi bernilai tinggi dari Blue Mountain di Jamaika) – bahkan menurut penikmat kopi, kopi Gayo memiliki kualitas yang lebih unggul daripada Jamaica Blue Mountain dikarenakan Rasanya yang kurang pahit menjadi ciri khas produk kopi ini, ditambah lagi dalam menanamnya para petani tidak menggunakan pestisida, sehingga kopi ini bisa dianggap sebagai kopi ‘organik’.
Saat ini harga kopi Gayo di pasar internasional tengah mengalami peningkatan, bahkan menurut informasi pengekspor, beberapa pembeli luar negeri harus antre menunggu masa panen kopi Gayo.
Di tahun 2012, data ekspor menunjukkan ekspor kopi Gayo mencapai 456 ton dengan negara tujuan Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Kopi Gayo juga tengah berjuang menembus pasar Eropa setelah terbitnya Hak Indikasi Geografis (IG) yang memungkinkan produsen kopi Gayo memasarkan produknya sendiri (dan mengakuinya) tanpa bantuan perantara perusahaan asing (dahulu di pasarkan di Eropa melalui perusahaan Belanda).