Jumat, 23 Maret 2012

Ubud, Kota Teramah dan Terbaik di Asia


Ditengah kericuhan yang memprovokasi sebagian masyarakat Indonesia untuk bersikap radikal, sebagian masyarakat Indonesia lainnya tetap tidak melupakan sikap asli bangsa ini. Keramahan. Siapa sangka karena keramahan penduduknya, Ubud mengambil hati masyarakat dunia sampai kota di Bali ini dinobatkan sebagai kawasan internasional terbaik di Asia.
Keramahan yang mendarah-daging dalam budaya Ubud ini menjadi kelebihan utama kota tersebut yang diakui dalam majalah Amerika, Conde Nast Traveler, sebagai kota terbaik. Setelah didiskusikan oleh 25 ribu responden dari majalah tersebut, tahun ini Ubud mendapatkan nilai tertinggi untuk kota terbaik di Asia mengalahkan kawasan lainnya seperti Bangkok, Hongkong dan Kyoto. Usaha sederhana seperti bersikap ramah saja bisa menjadi komponen penarik turis asing dan meninggalkan kesan hangat di hati mereka, maka hal tersebut seharus dijaga.
Bendesa Adat Ubud, Tjokorda Raka Kerthiasa, bahkan tidak menyangka kota yang dibanggakannya mendapat sambutan positif dari masyarakat internasional. Disini kebudayaan terlihat sebagai pahlawan dalam menebarkan pesona kota Ubud. Hal seperti ini dapat membawa nama baik Bali, bahkan Indonesia sebagai bentuk promosi wisata.
Selain Ubud yang baru saja menjadi lokasi syuting film berjudul Eat, Pray, Love yang dilakoni Julia Roberts, kota lainnya di Bali memang sudah menjadi tempat favorit internasional untuk berwisata sampai mengadakan konferensi dunia. Untuk mendukung kebudayaannya, saat ini Bali tengah menggalakkan program penghijauan atau Bali Green dengan ambisi menjadi pulau organik.
Penghargaan dari masyarakat internasional ini seharusnya bisa menjadi semangat untuk semua masyarakat Ubud maupun Indonesia agar terus meningkatkan usaha mendukung pariwisata Indonesia dari bidang infrastruktur, lingkungan, sampai sikap bersahabat terhadap sesama bangsa.

Senin, 19 Maret 2012

Indonesia: Negara Pertama ASEAN yang Miliki Radar & Pelampung Pendeteksi Bencana


Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Japan Agency for Marine Earth Science and Technology (JAMSTEC) meluncurkan Multi Parameter Radar (MPR) dan INA TRITON Buoypada 12 Maret 2012 di Jakarta sebagai bagian dari upaya antisipasi bencana.
“Radar ini bisa memberi peringatan dini(early warning system), bila terjadi bencana. Parameternya mencakup dua hal yaitu angin dan curah hujan. Dari dua parameter tersebut kita bisa memperoleh empat atau lima data,” ujar peneliti utama BPPT, Fadly Syamsudin.
Radar ini dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Adanya radar juga membantu dalam perekaman data cuaca, yang memantau berbagai parameter cuaca mulai dari kecepatan angin, partikel hujan, suhu, tekanan, hingga abu vulkanik dan asap kebakaran hutan sampai sejauh 200 km
“Data ini sangat penting. Kita memprediksi apa yang terjadi di waktu mendatang melalui data sebelumnya. Termasuk bagaimana siklus hujan berulang, kekuatan hujan, dan amterial hujan. Sehingga ke depannya kita bisa menghindari siklus banjir dan kekeringan yang kerap terjadi,”ujar Tomoyuki Tada, perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Selain radar, BPPT juga meluncurkan Ina Triton Buoy. Bentuk alat ini mirip seperti pelampung. Fungsinya adalah memantau perubahan unsur cuaca di atas dan bawah laut.
Hal ini terkait hasil penelitian, perubahan iklim akan menampakkan tanda awal di permukaan laut. Misalnya adalah badai yang didahului suhu permukaan laut lebih tinggi. Akibatnya tekanan menjadi rendah dan massa udara mengalir dari bawah ke atas permukaan.
“Buoy triton ini akan dipasang di perairan Pasifik dekat Papua, tepatnya di nol derajat lintang (ekuator) dan 138 Bujur Timur pada Juni 2012,” kata Dr Muhammad Sadly, Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT.
“Dengan memasang buoy ini berarti Indonesia menjadi negara yang turut andil dalam komunitas dan sistem pemantauan bumi (Global Earth Observation System of Systems atau GEOSS) di mana AS dan Jepang telah memasang sejumlah buoy pemantau iklim di berbagai titik di lautan,” katanya.
Soal pembuatan buoy, menurut dia, Indonesia sudah berpengalaman karena selama ini BPPT sudah beberapa kali membuat buoy sistem peringatan dini tsunami yang formatnya tidak banyak berbeda dengan buoy triton seharga Rp1 miliar ini.
INA Triton Buoy memiliki jangkauan di atas laut sampai sepuluh meter, sedangkan bawah laut sampai lima ratus meter. Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang memiliki pelampung pendeteksi (buoy).
“Sampai saat ini, yang punya teknologi buoy adalah Amerika dan Jepang. Amerika memanjang dari tengah sampai timur di samudra Pasifik , sedangkan Jepang di Pasifik barat. Indonesia adalah negara ASEAN pertama,” ujar Fadly.

Sabtu, 17 Maret 2012

Pembuat Pemurni Air Tenaga Surya,Yoyon Ahmudiarto


Saat ini, masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan air layak konsumsi dengan harga murah. Sumber air tanah di beberapa daerah juga minim. Sedangkan upaya mendapatkan sumber air alternatif menghadapi kendala dalam hal peralatan dan biaya.
Melihat masalah tersebut, Yoyon Ahmudiarto dari Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2-Telimek) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menciptakan Banyu Mili.
“Banyu Mili adalah alat pemurni air dengan tenaga surya yang bisa memenuhi kebutuhan air secara murah,” kata Yoyon.
Banyu Mili adalah singkatan dari “Banyu Milik LIPI”. Alat ini bisa mengolah air dari sumber manapun secara singkat dan dapat langsung diminum.

Komponen alat pemurni air tersebut terdiri dari panel surya, kabel, filter karbon aktif, filter mikron, lampu ultraviolet, accu, selang dan kran air.
Air yang diproses akan masuk lewat selang ke filter karbon aktif. Di sini, air akan dibebaskan dari senyawa kimia berbahaya.
Selanjutnya, air masuk ke filter mikron untuk memisahkannya dari partikel debu.
Proses sterilisasi air akan berlangsung di dalam saluran dengan sinar UV. Setelah proses ini, air akan dikeluarkan lewat kran dan sudah siap diminum.
“Keluaran air bisa 6 liter dalam satu menit. Dalam satu hari, Banyu Mili bisa menghasilkan 15 galon air,” jelas Yoyon.
Yoyon mengatakan bahwa Banyu Mili bisa menghemat kebutuhan listrik dan bahan bakar. Listrik bisa disuplai dengan tenaga surya. Sementara, masyarakat tak perlu mendidihkan air sehingga hemat BBM.
Catu daya panel surya pada alat ini adalah 14 Wp. Dari panel surya, listrik bisa disimpan di ACCU agar siap dipakai kapanpun. Listrik bisa dikoleksi hanya dengan “menjemur” panel surya selama 4 jam.
“Kelebihan alat ini adalah portabel, jadi bisa dimanfaatkan di mana pun, termasuk saat terjadi bencana,” terang Yoyon. Seluruh komponen ditempatkan di dalam box yang bisa ditenteng.
Dalam kondisi darurat, banyu Mili juga bisa diamnfaatkan sebagai sumber listrik untuk menghidupkan lampu. Dengan daya penuh, alat ini bisa menghidupkan 18 lampu LED 1,8 Watt selama 8 jam.
Satu kelebihan lain Banyu Mili adalah harganya yang murah. Biaya produksi yang dikeluarkan hanya Rp 3 juta dan masih bisa ditekan dengan pemilihan bahan peralatan.
Yoyon berharap inovasinya bisa diaplikasikan di masyarakat. Rencananya, pihaknya akan menggandeng industri untuk bisa memproduksi massal produk ini.
“Ini semua tujuannya untuk menyehatkan masyarakat. Bukan untuk memahalkan air. Masyarakat walaupun mungkin makan seadanya tetapi bisa cukup minum,” jelas Yoyon.

Rabu, 14 Maret 2012

Tim Garuda Juarai The ASEAN Cup Soccer Tournoi 2012 di Abu Dhabi


Tim sepak bola Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Football Community–Dubai (IFC–Dubai), “Garuda Merah” berhasil tampil sebagai juara pertama kategori “Open” dalam pertandingan bola The ASEAN Cup Soccer Tournoi 2012 yang berlangsung di lapangan bola “The Dome–Manchester United Soccer School” Abu Dhabi pada 9 Maret  2012 .
Sementara itu, tim IFC–Dubai lainnya, yaitu “Garuda Putih” tampil sebagai juara kedua untuk kategori “Veteran”.
Pertandingan tahunan ini diselenggarakan untuk mempererat silaturahmi antar warga masyarakat negara anggota ASEAN yang menetap di UAE, yang tahun ini diikuti oleh 12 tim yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Pertandingan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu “Open”, “Veteran” untuk usia 38 tahun ke atas dan “U-16” untuk usia 16 tahun ke bawah.
Pada tahun ini, IFC–Dubai menurunkan tiga tim di tiga kategori yang berbeda yaitu Garuda Merah untuk “Open”, Garuda Putih untuk “Veteran” dan Bhinneka Indonesia untuk “U-16”.

Para pemain IFC–Dubai berasal dari wilayah Dubai dan beberapa Emirat lainnya di wilayah utara UAE. Dalam pertandingan tahun ini, tim Indonesia dari Abu Dhabi dan Al Ruwais juga turut berpartisipasi.
Selain tim IFC–Dubai, tim Indonesia dari Abu Dhabi dan Al Ruwais tersebut juga memenangkan pertandingan untuk kategori “U-16”, dimana tim “Ruwais Muda” dari Al Ruwais meraih juara 1 dan “Garuda Muda” dari Abu Dhabi meraih jura kedua. Sementara tim IFC–Dubai, ”Bhinneka Indonesia” meraih juara ketiga.
Menyambut kemenangan ini, Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, yang hadir sejak awal pertandingan menyatakan kegembiraannya dan sangat bangga atas prestasi yang diraih tim Indonesia.
Konjen Mansyur menyampaikan pula penghargaannya kepada tim Indonesia yang berhasil menjadi juara, terlebih lagi pada tahun lalu salah satu tim IFC–Dubai juga meraih juara pertama dalam pertandingan yang sama.
Konjen Mansyur juga menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus dan pelatih IFC–Dubai  serta segenap masyarakat Indonesia penggemar bola yang ada di wilayah akreditasi KJRI Dubai atas dukungan yang telah diberikan bagi kesuksesan tim Indonesia.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa keseriusan para pemain dalam berlatih dan mempersiapkan diri selama tiga bulan terakhir serta dukungan pembinaan IFC–Dubai, melalui pembekalan materi dan teknik dari mantan pemain Persijatim yang saat ini berdomisili di UAE, Yulius Samuel ”Sammy” Haurissa, telah membuahkan hasil nyata dengan berhasilnya tim IFC–Dubai menjadi juara kembali tahun ini.
Mansyur juga berharap bahwa terlepas dari pertandingan ”ASEAN Cup” ini, kiranya melalui kegiatan olahraga segenap warga masyarakat Indonesia yang menetap di UAE umumnya dan di wilayah akreditasi KJRI Dubai khususnya, dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan rasa kekeluargaan di antara sesama warga masyarakat Indonesia.
Dalam rangkaian upacara pemberian medali kepada para pemenang, Konjen RI Dubai juga mendapat kehormatan untuk memberikan piala kepada juara pertama dan mengalungi medali kepada para pemenang kategori “U-16”, yang seluruh juaranya adalah tim Indonesia dari Al Ruwais, Abu Dhabi dan Dubai.

MeliĆ” Bali: Hotel Pertama di Asia Peraih EarthCheck Platinum Certification


MeliĆ” Bali kembali mendapatkan penghargaan EarthCheck Platinum. Hal ini berarti Melia Bali merupakan hotel pertama di Asia sekaligus hotel kelima di dunia yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Melia Bali pertama kali mendapatkan penghargaan EarthCheck Platinum Certification pada tahun 2011.  EarthCheck memberikan sertifikasi dan sistem pengembangan yang dapat menghasilkan penghematan energi dan limbah hingga 30 persen dan penghematan hingga 20 persen untuk konsumsi air.
Selama ini, Melia Bali memang terkenal menerapkan prinsip-prinsip pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism). EarthCheck Platinum merupakan penghargaan tertinggi(highest level of recognition awarded) yang diberikan kepada industri pariwisata yang menerapkan pariwisata berkelanjutan.
“Kami percaya industri hospitality di Bali sangat bergantung pada lingkungan Pulau Bali yang tidak dicemari dan budaya dari orang-orangnya,” ungkap Jim Boyles, General Manager Melia Bali.
Ia mengungkapkan bahwa turis yang datang ke Bali biasanya untuk menikmati keunikan warisan budaya Bali. Oleh karena itu, lanjutnya, masa depan industri hospitality Bali tergantung dari kualitas hidup yang lebih baik dari masyarakat Bali.
Pihaknya pun sadar untuk terus berkomitmen dalam berpartisipasi meningkatkan budaya masyarakat Bali sekaligus melestarikan lingkungan.

Tontowi/Liliyana Juara Ganda Campuran All England 2012


Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, yang saat ini bertengger di peringkat empat dunia, mengharumkan nama Indonesia dengan berhasil menjadi juara All England 2012.
Tontowi/Liliyana, menjadi juara setelah mengalahkan pasangan tangguh asal Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl lewat pertandingan ketat yang berlangsung selama 43 menit dengan skor 21-17, 21-19, di partai final yang digelar di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, pada 11 Maret 2012 malam WIB.
Keberhasilan duet ini sekaligus mengakhiri paceklik gelar di turnamen bergengsi dunia ini, yang sudah berlangsung selama delapan tahun. Indonesia terakhir kali juara di ajang ini pada 2003 lewat pasangan ganda putra Sigit Budiarto/Candra Wijaya.

Pada awal pertandingan, duet Tontowi/Liliyana seperti bermain kurang lepas. Mereka beberapa kali sempat membuat kesalahan sehingga memberikan keuntungan bagi lawannya. beruntung hal tersebut tidak berlangsung lama, Tontowi/Liliyana terus melakukan tekanan dengan permainan silang.
Saat memasuki skor 13-12, Tontowi/Liliyana menemukan permainannya. Mereka melaju hingga akhirnya menembus match point. Namun pertandingan jadi tegang saat posisi 20-15, pasangan Denmark mencoba menyusul. Beruntung, serve yang dilakukan Juhl gagal, pertandingan gim pertama pun ditutup dengan skor 21-17.
Babak ke dua, Tontowi/Liliyana berhasil menguasai pertandingan. Namun beberapa kesalahan sempat terjadi saat mereka sedikit lagi mencapai kemenangan. Pasangan Denmark terus mengejar hingga skor sempat imbang menjadi 19-19. Itu merupakan detik yang menegangkan.
Beruntung Tontowi/Liliyana lebih dulu mencapai match point. Game kedua pun ditutup saat Thomas memberikan bola tanggung yang langsung disambar dengan smash tajam Liliyana. Keduanya langsung menjatuhkan badan di atas lapangan hijau sebagai rasa syukur, Indonesia pun menang dengan skor 21-17, 21-19.
Sebelumnya, Tontowi/Liliyana berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Peng Soon Chan/Liu Ying Goh dalam pertandingan dua gim langsung dengan skor 27-25, 21-16. Sementara Thomas/Juhl sebelumnya berhasil mengalahkan duet Cina, Chen Xu/Jin Ma dengan skor 21-16, 21-18.
Kedua pasangan ini sebelumnya sudah bertemu sebanyak dua kali, dan pernah saling mengalahkan.Pertemuan pertama terjadi saat turnamen Li Ning Cina Open 2011, saat Thomas/Juhl menang dengan skor 17-21, 13-21. Mereka kembali bertemu dengan pada Djarum Indonesia Open 2011 yang dimenangkan oleh Tontowi/Liliyana dengan skor 21-15, 21-14.
Dengan kemenangan tersebut, Tontowi/Liliyana telah menyelamatkan wajah bulu tangkis Indonesia dalam kejuaraan All England 2012. Semua wakil Indonesia kandas dalam kejuaraan yang pernah didominasi para atlet Tanah Air ini.
Bagi Liliyana, ini adalah partai final ketiganya di ajang All England. Pada tahun 2008, Liliyana yang berpasangan dengan Nova Widianto gagal meraih gelar juara usai dikalahkan oleh ganda campuran asal China, Zheng Bo/Gao Ling. Sementara di tahun 2010, Nova/Liliyana dihadang Zhang Nan/Zhao Yunlei, juga dari China.
Kemenangan Tontowi/Liliyana juga mengembalikan gelar juara Al England dari nomor ganda campuran, yang pernah dimenangkan oleh Christian Hadinata yang berpasangan dengan Imelda Wiguna pada 1979 silam.

Sabtu, 10 Maret 2012

Dufan Defender: Film Animasi HD Pertama Karya Anak Bangsa


Para penggemar setia Dufan dan film animasi dapat menyaksikan film animasi 3D terbaru buatan anak bangsa berjudul Dufan Defender, produksi Ancol Dreamlights, di Indosiar, mulai 18 Maret 2012 setiap hari Minggu pagi pukul 7.30 WIB.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bekerja sama dengan Dreamlight World Media dan Sony Music Entertainment Indonesia membuat film animasi high definition (HD) untuk layar televisi pertama di Indonesia tersebut. Film ini diharapkan bisa menjadi awal kebangkitan film animasi di tanah air.
Dufan Defender mengangkat tema tentang beberapa karakter binatang langka yang ada di Indonesia. Dufan dan kawan-kawan yang terbentuk dalam kelompok pelindung bumi, The Earth Defender, melawan panjahat-penjahat yang ingin merusak sumber daya yang ada di bumi, yaituThe Destroyer.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi menjelaskan film ini membawa pesan keberanian, ketangguhan dan kepedulian. Sekaligus diharapkan bisa menjadi tuntunan bagi anak-anak Indonesia.
“Film ini adalah film animasi HD pertama karya anak bangsa dan harapannya bisa dinikmati tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara lain,” kata Budi selepas peluncuran film Dufan Defender di Atrium EX Jakarta (9/3).

Awalnya, ide membuat film ini sudah ada sejak dua tahun lalu. Dalam pikirannya terlintas bagaimana menonjolkan semua karakter di Dufan, tidak hanya bisa dinikmati di Jakarta saja, tapi bisa di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Kemudian muncul ide untuk membuat model bisnis yang mudah diekspor. Salah satunya dengan membuat film animasi berteknologi HD.
Sedangkan bila Pembangunan Jaya Ancol ingin membuat wahana serupa di kota lain atau negara lain, maka akan memerlukan investasi yang cukup besar dan waktu yang lama.
Gandeng studio film dan label musik
Untuk memudahkan proses pembuatan film yang berskala internasional, pihak PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk selaku pemegang merek wahana Ancol dan Dufan menggandeng studio film Dreamlight World Media dan Sony Music Entertainment Indonesia.
Sony Music Entertainment Indonesia menjadi distributor film ini ke mancanegara sekaligus menyertakan artis Xo-IX sebagai pembuat lagu sound Track “Dufan Defender“.
President Director Dreamlight World Media, Eko Nugroho menjelaskan film ini dibuat oleh sekitar 60 animator di dua lokasi studio, yaitu di Jakarta dan Ungaran, Jawa Tengah.
Pembuatan film itu memakan waktu sekitar enam bulan. “Sementara biaya produksi filmnya mencapai Rp 5 miliar,” kata Eko.
Film ini memang terkesan mahal karena selain menggunakan teknologi HD, film ini juga memakaiskoring musik orkestra. Pihak Dreamlight World Media mengklaim idealnya skoring musik orkestra hanya dipakai untuk film layar lebar.
“Tapi di film ini sudah memakai skoring musik orkestra. Bahkan satu-satunya film animasi di Asia Tenggara yang memakai orkestra,” jelasnya.
Ekspor ke Vietnam
Dalam proses pengerjaan film, Dufan Defender ini sejak awal memang dibuat dalam versi bahasa Inggris. Pasalnya, kata Eko, film ini memang akan ditujukan untuk pasar luar negeri.
Salah satu tujuan ekspor film animasi tersebut adalah Vietnam. Di negara tersebut, sebuah stasiun televisi sudah siap menayangkan 26 episode Dufan Defender.
Sedangkan film yang terkesan futuristik ini dibuat agar menyesuaikan dengan pasar internasional dan selera pasar yang berlaku saat ini. Eko mencontohkan film-film futuristik ini, misalnya Star Wars, bakal bisa dikenang bahkan masih relevan bila dinikmati 10 tahun mendatang.
“Kita harus membuat film yang bisa dibanggakan. Tidak hanya menonton Upin Ipin saja dari negeri tetangga,” jelasnya.
Karakter The Defender dan The Destroyer



Dalam film “Dufan Defender” ini menyertakan 5 karakter The Defender yang berperan sebagai tokoh yang baik (protagonis) dan 3 karakter yang berperan sebagai tokoh yang jahat (antagonis).
Semua karakter tersebut merupakan karakter hewan-hewan langka yang ada di Indonesia. Dengan adanya film ini diharapkan juga bisa mengenalkan hewan-hewan langka di Indonesia kepada dunia.
Selain itu, karakter-karakter dalam film ini juga mencerminkan perilaku-perilaku anak yang bangsa, baik yang positif maupun negatif. Film ini mengedepankan keberanian dalam menghadapi sesuatu. “Di sini bukan mengajarkan kekerasan, tapi perjuangan,” kata Eko.
Berikut karakter The Defender.
Garin (Garuda Indonesia). Pemimpin tertinggi The Defender ini tidak diketahui asalnya, yang jelas dia telah tinggal lama bahkan membuat markas Defender di sebuah pulau di bumi. Kebenciannya pada perang memaksa dia untuk membuat team Defender yang beranggotakan Dufan, Cili, dan Kabul manakala The Destroyer berusaha untuk menginvasi bumi.
Dufan. Bekantan (kera Kalimantan) yang menjadi maskot Dufan ini menjadi anggota pertama yang direkrut menjadi Defender team, sebagai “Yang Terpilih” karena mempunyai kemampuan serta sifat seorang pemimpin yang heroik dan diangkat sebagai leader team. Dufan mempunyai kemampuan menggunakan berbagai senjata. Sifat kepemimpinan Dufan membuatnya menjadi andalan di tim Defender dalam melindungi bumi.
Kabul. Karakter Katak ini adalah sahabat karib Dufan, yang direkrut karena kemahirannya memainkan video games. Kemahirannya di video games itu membuat Kabul mempunyai kemampuan strategi pertempuran luar angkasa dan ahli dalam menembak sasaran dengan tepat. Hanya saja Kabul merupakan seorang yang penakut, dan tidak percaya diri. Terkadang sifatnya ini bikin kekacauan di Defender.
Cili. Kancil ini pandai mengutak-atik mesin. Sebagai karakter perempuan yang tangguh, Cili sedikit tomboy, tapi cerdas dan mampu menguasai dengan cepat segala macam peralatan. Cili juga mampu memunculkan kekuatan force shield.
Mimion. Makhluk mungil yang menemani Cili. Sifatnya cerdas dan setia. Mimion mempunyai kemampuan, yaitu  “membelah diri” menjadi banyak dan duplikasinya tersebut bisa diperintahkan apa saja oleh Mimion origin.
Sedangkan karakter The Destroyer:
Bije. Dia adalah pemimpin utama The Destroyer. Konon dia berasal dari planet Oroz, sebuah planet yang telah kehilangan sumber alamnya dan hampir separuh kehidupan di planetnya dikuasai oleh mesin dan robot, yang letaknya jauh sekali di luar gugusan bimasakti. Ambisinya begitu besar untuk menguasai semua sumber daya alam di seantero dunia. Hal yang kemudian menjadi awal pertempuran antara The Destroyer dan The Defender.
Kombi. Komodo yang menjadi anak buah Bije yang paling setia, karena dia lebih memilih menjadi pengikut Bije dan meninggalkan bangsanya, planet Gekon. Usianya sangat tua namun tingkahnya sangat kekanak-kanakan. Paling tidak suka disalahkan dan suka mencari-cari kesalahan orang lain.
Barus. Karakter babi hutan dengan sifat paling rakus. Meski dia berasal dari planet Dembel dan merupakan pewaris tunggal kerajaan Suma, namun belum pernah dia sedikit pun datang ke planet asalnya tersebut. Karena sejak kecil dia sudah diculik oleh Bije dan dijadikan anak buah BijeNah,
Kisahnya
Dulu ada seorang makhluk jahat bernama Bije, dari planet di sebuah galaksi yang jauh, yang berambisi menguasai dunia beserta sumber daya alamnya. Planet-planet yang mengandung sumber daya alam yang subur ingin dikuasai berikut penduduknya untuk dijadikan budak. Bersama anak buahnya, Barus dan Kombi, Bije menjelajahi semesta alam untuk mencari planet-planet yang akan dijadikan jajahan baru.
Saat melintas di atas galaksi bumi, Bije mendeteksi adanya sumber alam melimpah yang terkandung di dalamnya. Bije mengarahkan pesawat induk The Destroyer menuju ke arah bumi. Bije kemudian menyuruh Barus dan Kombi untuk mulai menginvasi bumi dengan meluncurkan pesawat-pesawat Squidfighter.
Sementara itu, di sebuah pulau di bumi, Garin yang mendapat tanda akan kedatangan musuh, segera beraksi mencari generasi-generasi muda yang akan direkrutnya menjadi pejuang pembela bumi.
Dalam pencariannya ke seluruh penjuru bumi, Garin pun bertemu dengan Dufan dan Kabul. Bukan hanya dilatih serta dibekali keahlian beladiri saja, tapi mereka juga dibekali senjata untuk melindungi diri dari serangan si jahat.
Dufan dibekali double hand saber, sedangkan Kabul dibekali senjata pistol laser dan boomerang ball. Tidak hanya itu, Dufan dan Kabul juga dibekali pesawat tempur canggih Spaceship Defenderyang semuanya serba otomatis. Terbentuklah pejuang pembela Bumi, Earth Defender.
Maka dimulailah kisah perjuangan Dufan Defender untuk menyelamatkan jagad raya dari serangan dan muslihat Bije dan The Destroyer.